BAGIKAN

WordPress merupakan sistem blogging yang paling populer digunakan dalam pembuatan website, tercatat sekitar 60 juta situs memakai platform yang berbasis open source ini. WordPress yang dibuat menggunakan bahasa pemograman PHP dan MySQL adalah proyek Open Source, yang berarti ada ratusan orang di seluruh dunia bekerja di dalamnya.

WordPress Pertama kali dirilis pada tanggal 27 Mei 2003 oleh pendirinya, Matt Mullenweg dan Mike Little, sebagai “back office” dari blog mereka b2/cafelog. Pada 19 Februari 2014, versi 3.8 telah dirilis dan diunduh lebih dari 20 juta kali, dan sampai saat blog ini ditulis, versi 3.9 sedang dipersiapkan dan bisa di unduh dalam versi beta untuk di test oleh para blogger. Begitu sangat populernya WordPress, tercatat pada bulan Agustus 2013 sekitar 18,9% dari 10 juta website menggunakan WordPress pada website mereka.

Mengapa banyak situs yang menggunakan WordPress sebagai CMS (Content Management Service) untuk website mereka? Jawabannya adalah WordPress sangat user friendly untuk orang awam sekalipun. Menu-menunya mudah di fahami dan yang paling penting adalah terdapat ribuan Plugin yang siap membantu anda kapanpun anda butuhkan.

Kita mungkin punya lebih dari 1 website dengan menggunakan WordPress di dalamnya, dan bagaimana cara untuk mengantisipasi dikemudian hari jika sewaktu-waktu hosting tempat kita menyimpan website terjadi kerusakan atau website kita di suspend oleh pihak hosting karena telat bayar? πŸ™‚ jawabannya adalah kita harus sering membackup website kita. Untuk skala website yang tidak sering update, mungkin 1 minggu atau 1 bulan sekali masih bisa dilakukan. Tapi kalau website yang sering update serta mempunyai jumlah pengunjung banyak dengan ratusan komentar di dalamnya, maka kita sudah seharusnya membackupnya tiap hari.

Jadi, bagaimana cara membackup website kita agar terhindar dari beberapa kemungkinan yang akan terjadi pada website kita? sedangkan untuk membackup dari cPanel langsung beberapa pihak hosting membatasi untuk kelas Bisnis saja yang disediakan fasilitas backup dan untuk yang kelas standar mereka membatasinya dengan hanya bisa membackup databasenya saja.

Menyiasati hal tersebut, ada cara backup website wordpress secara otomatis yaitu dengan menggunakan Plugin yang terhubung dengan Platform pihak kedua, yaitu dropbox! Dropbox adalah layanan yang memberi akses kepada kita untuk menyimpan gambar, dokumen, musik, video, dan file lainnya di “awan”.

Berikut adalah langkah-langkah cara backup website wordpress secara otomatis dengan menggunakan plugin wordpress to dropbox:

  1. Langkah pertama adalah dengan mendaftar layanan dropbox, untuk mendaftar silahkan klik disini. Isi Nama Depan, Nama Belakang, Alamat Email serta Password, jangan lupa centang “I agree to Dropbox Terms” lalu klik “Create Account”,wordpress to dropbox - signup
  2. Pilih layanan yang Free / Basic saja, klik “continue”wordpress to dropbox - basic
  3. Anda akan diarahkan untuk mendownload software dropbox untuk di install di komputer, pilih “Save File” jika anda ingin menginstallnya, atau klik “Cancel” jika anda menginstallnya nanti.wordpress to dropbox - download software
  4. Masuk ke “Seting”, pilih “Profile” lalu klik “Verify email” untuk memverifikasi data dropbox anda.wordpress to dropbox - verify email
  5. Buka email dari dropbox di email Anda, lalu klik “Verify your email”,wordpress to dropbox - verify email google
  6. Akan ada pemberitahuan bahwa akun dropbox anda telah terverifikasi, klik “done” untuk melanjutkan.wordpress to dropbox - verify done
  7. Buka halaman “Dashboard” wordpress Anda, sorot “Plugin” lalu klik “Add New” di bagian “Search” ketikan “wordpress backup to dropbox” lalu klik tombol “Search Plugins”.wordpress to dropbox - add new plugin
  8. Akan ada banyak beberapa Plugin tapi kita pilih plugin “WordPress Backup to Dropbox” dariΒ Michael De Wildt, klik “Install Now”.wordpress to dropbox - install plugin
  9. Tunggu beberapa saat sampai plugin tersebut selesai terpasang di WordPress Anda, klik “Active Plugin”.wordpress to dropbox - active plugin
  10. Setelah plugin aktif, akan ada di menu sebelah kiri tulisan “WPB2D”. Sorot “WPB2D” lalu klik “Backup Settings” kemudian klik “Authorize”.wordpress to dropbox - authorize
  11. Browser Anda akan membuka tab baru untuk melakukan otorisasi akun dropbox dengan WordPress Anda, klik “Allow”. Balik lagi ke Dasboard Anda, masih di menu “Backup Settings” klik “Continue”. wordpress to dropbox - allow
  12. Jika otorisasi berhasil dilakukan, maka WordPress Anda akan terhubung dengan dropbox. Centang pada bagian “Store backup in a subfolder of the wpb2d app folder” lalu buat suatu folder untuk penyimpanan, misal “blog”. Atur rentang waktu setiap hari apa di bagian “Day and Time” dan setiap jam berapa akan dilakukan backup. Pilih “Frequency” untuk mengatur backup otomatis, ada beberapa pilihan yaitu Daily (Setiap Hari), Weekly (Setiap Minggu), Fortnightly (Setiap 2 Minggu), Every 4 Weeks (Setiap 4 Minggu), Every 8 Weeks (Setiap 8 Minggu) dan Every 12 Weeks (Setiap 1 Tahun). Tentunya ini disesuaikan dengan kapasitas sering tidaknya website Anda melakukan update artikel. Jangan lupa untuk menyimpan setingan dengan mengklik “Save Changes” dibagian bawah.wordpress to dropbox - account details
  13. Masih di menu “WPB2D” klik “Backup Monitor” lalu klik tombol “Start Backup” untuk memulai backup wordpress Anda pertama kali. wordpress to dropbox - start backup
  14. Maka plugin akan mengerjakan perintah Anda untuk memulai pembackupan wordpress anda.wordpress to dropbox - backup processed
  15. Untuk mengetahui proses ini berhasil atau tidak, silahkan cek di dropbox Anda pada bagian folder “Apps – wpb2d”. Untuk databasenya disimpan otomatis di folder “wp-content – backup”.wordpress to dropbox - apps wpb2d

Demikian cara backup website wordpress secara otomatis dengan menggunakan plugin, semoga bisa membantu.

 

10 KOMENTAR

  1. efektif juga kayanya kalau pake cara ini karena file backup ga usah langsung didownload & pasti lebih cepet prosesnya, tar sy cobain juga ah

  2. Apa fungsi dari backup wordpress? saya pernah menggunakan plugin w3 total cache, tapi kemudian blog saya error, sepertinya karena salah setting pada plugin w3 total cache itu. Apakah backup wordpress bisa mengatasi wordpress yang error?

    • cara kerjanya membackup bila ada postingan baru dan setingan baru. jika website error, kita bisa gunakan hasil backup-an tersebut. gunakan pengaturan “frequency” minimal 1 minggu sekali (weekly) untuk proses backup.

    • Itu maksudnya file atau folder mana saja yang tidak ingin kita backup, kita tinggal checklist saja. Jangan lupa untuk klik “Save Changes” untuk menyimpan pengaturan tadi.

TINGGALKAN BALASAN